Minggu, 08 Desember 2013

KIJANG HOBART POLEWALI MANDAR
(PRA - TKCI POLMAN)  

Menjelajahi medan perkebunan kelapa sawit Desa Luyo, Kec.Luyo, Kab.Polewali Mandar - Sulawesi Barat.. Berangkat dari Kota Polewali Ahad, 8 Desember 2013 jam 13.30 menuju arah barat Kecamatan Wonomulyo - Kecamatan Mapilli,, sekitar 1.000 meter selepas jembatan mapilli, ditengah gerimis kami kemudian berbelok ke kanan (sebelah kantor Desa Baru Kec.Luyo) mengambil jalan pintas karena biasanya pertigaan panyingkul sering macet karena padatnya pedagang dan terminal dadakan yang menggunakan setengah badan jalan.

Setelah melewati jalan pintas (masyarakat sekitar menyebutnya jalan Puang Mengga) kami kemudian berputar ke kanan menyusuri jalan poros Kec.Luyo - Kec.Tutar yang sering ditanami oleh masyarakat pohon pisang karena lebih pantas disebut kubangan dari pada jalanan ketika musim hujan tiba..  Sekitar jam 14.20 kami tiba di kebun milik keluarga kami, sekalian melaksanakan rutinitas ketika berkunjung ke Luyo yaitu berdo'a sejenak di pusara ayahanda kami tercinta Alm.Jaksa H.Tappawali Atjo Daenna Sukkar.. 


Setelah sejenak bercengkrama dengan paman, bibi dan saudara-saudara sepupu, kami kemudian berangkat menuju lahan persawahan milik keluarga sekaligus mengontrol pekerja yang lagi menanam padi... Perjalanan ini kembali menyusuri jalan poros Luyo - Tutar namun setelah mendapatkan persimpangan 3 yang ada tugunya (saya lupa tugu apa namanya) kami mengambil arah ke kanan menuju desa Sambali-wali dan Desa Pussui... Sekitar 200 meter lahan persawahan mulai terlihat namun jalan yang bisa dilalui kendaraan roda 4 masih beberapa kilometer lagi yaitu sekitar 1,5 km..  Setelah beberapa saat menyetir dan terkadang menyapa masyarakat yang pada umumnya adalah kerabat kami,  akhirnya persimpangan menuju sawah kebun kami itu mulai kelihatan tepatnya sebelah kantor Desa Luyo berbelok ke arah kiri... 

Pertama kali berbelok kita seperti terasa memasuki hutan dengan medan yang berlumpur, namun setelah berjalan mendaki dan menurun sekitar 2 km kita akan sampai pada perkembunan kelapa sawit Desa Luyo dan sepanjang jalan perkebunan sawit ini kita akan sampai ke kampung Landi Pokki...



Setelah sejenak menikmati medan jalanan yang lumayan menantang (berlumpur, mendaki dan menurun) pada perkebunan kelapa sawit, kami kemudian sampai pada lokasi kebun milik keluarga yang tidak masuk sebagai lokasi proyek perkebunan sawit dengan pertimbangan hasil perkebunan sawit nantinya hanya akan dinikmati oleh perusahaan dan kami lebih mementingkan untuk mengelolanya sendiri hingga menjadi lahan produktif....

Dari lahan kebun ini (kami sebut dengan Bungin-bungin) diseberang saluran irigasi sekka-sekka lahan persawahan milik keluarga kami,, dan setelah berbincang dan bercengkrama dengan pekerja sawah, kami kemudian pamit untuk pulang dengan terlebih dahulu menitipkan bingkisan yang kami bawa dari rumah di polewali buat mereka... tradisi ini rutin keluarga kami lakukan selain sekedar berbagi dengan sesama ini juga untuk senantiasa menjaga silaturahmi emosional dengan para pekerja sawah dan kebun milik keluarga kami.




-------------------------------------OOOO))000===OOOOOOOOOOO--------------------------

Rabu, 17 April 2013

ANEKA KRIPIK Q-LUYO


ANEKA KRIPIK  
PRODUK KUB-IK Q-LUYO



Alamat KUB-IK 1 :
Home Industri KUB-IK SALEMBA
Merk Produk : Q - LUYO
Jln. Elang No.23 (Depan Lapas Polewali), Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar
Produksi : Aneka Kripik (Pisang, Rumput Laut, Ubi Kayu) dan Re-Packing Aneka makanan tradisional Khas Polewali Mandar
Jumlah Karyawan 7 Orang
Contact Person : Suci Nurindah 0823-4604-3515 ; Maink 0819-4448-9334




Alamat KUB-IK 2  :

Boyang Industri Kecil Q-Luyo
Jln. Poros Luyo _ Tutar, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Propinsi Sulawesi Barat
Produksi : Aneka Kripik (Pisang, Ubi Kayu, Ubi Jalar) dan Aneka Makanan Tradisional Mandar (Bajek)
Jumlah Karyawan 10 Orang
Contact Person : Fariani 0819-9805-3802 ; Rahmania 0878-4048-0305



Jumat, 12 Oktober 2012




SUTERA MANDAR KINI......!!!

 

        Pembuatan Lipaq Sa'be Mandar yang dilakukan oleh masyarakat mandar dimanapun berada dahulu dibuat hanya dengan menggunakan sistem tenun yang dikenal dengan istilah gedogan (Bunyi hentakannya " gedog - gedog - gedog"), dan telah menghasilkan berbagai ragam corak, warna, motif yang dalam istilah mandar di kenal dengan nama "Sureq".   Sarung Mandar (Lipaq Sa'be Mandar) sedari dulu  telah dikenal hingga ke pelosok negeri bahkan ke negara jiran seperti malaysia dan brunei dengan kualitas yang sangat baik (Benang Sutera Asli, menggunakan pewarna alam, tidak luntur dan kaya akan corak dan motif)   

        Berikut ini proses Evolusi pembuatan Sarung Mandar (Lipaq Sa'be Mandar) di Polewali Mandar ;

 

Kelompok Tenun Gedogan

Tenun Gedogan
video

 VIDEO PENGGULUNGAN BENANG (KELOS)

Tenun ATBM 

 
Menghani *SumaU* ATBM




video 
 VIDEO TENUN ATBM SAMASUNDU


    Perbedaan mendasar antara Tenun Gedogan dengan Tenun ATBM adalah dalam proses merangkai benang yang dalam istilah masyarakat mandar dikenal dengan nama "SUMAU" dalam istilah pertenunan MENGHANI,,,.  Tenun Gedogan yang selama ini kita jumpai pada masyarakat penenun biasanya dirangkai dikolong rumah (Rumah Panggung Masy.Mandar) dan hanya mampu merangkai / menghani hingga 4 - 8 meter, lain halnya dengan tenun ATBM yang menggunakan Tambur (model baling2) untuk menghani dan mampu menghani sesuai dengan kebutuhan (biasanya di hani 100 meter).

      Selain perbedaan dari panjang kain sutera yang dihasilkan, juga terdapat perbedaan dari lebar kain sutera yang dihasilkan,, tenun gedogan rata2 menggunakan sisir nomor 60 dengan lebar kain yang dihasilkan 55 - 60 cm,, sedangkan pada tenun ATBM yang menggunakan sisir nomor 80 - 90 mampu menghasilkan kain tenun dengan lebar 100 -110 cm.


     




Sure' JASSA

Sure' Aroppo Malotong
Sure' 710 Malotong
SURE' PADADA
Sure' Batu Dalima
Sure' Giling Kanai
Sure' Sokkol
Sure' Salaka




Sure' Samarenda
Sure' Aroppo











Sure' Bunga Rosi 







Sure' Jakarta



















Sure' Lako-Lako
Sure' 710











Sure' Kapala Daerah

Sure' Bata Giling













Sure' MARA'DIA



     Khusus tenun ATBM, saat ini di Polewali Mandar pengrajinnya dapat kita temui di Desa Samasundu, Desa Karama (UPTD), Desa Pallis (Kp.Tondo), Desa Puccadi dan Desa Mambu Kc.Luyo., pengembangan tenun ATBM yang di mulai dari sejak tahun 2006 yang lalu hingga kini masih mengalami berbagai kendala dan hambatan yang disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal khususnya kendala budaya yang merupakan pilar utama keberadaan tenun tradisional mandar yang hingga kini tetap eksis...!!!


video video


 


Jumat, 22 Juni 2012

GELAR PRODUK INDUSTRI KECIL KE-1 POLEWALI MANDAR

 Gelar Produk Industri Kecil Kabupaten Polewali Mandar yang dilaksanakan di Mandar Convention Centre Polewali Mandar tanggal  6 s/d 8 Juni 2012 di buka secara resmi oleh Bupati Polewali Mandar H.Ali Baal Masdar, berdasarkan laporan Kepala Dinas Perindag Kab.Polewali Mandar Ir.Syarifuddin MM bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindag Kab.Polewali Mandar ini terlaksana atas kerjasama dengan KPRI Bhakti Perindag selain merupakan evaluasi kegiatan pembinaan yang telah dilakukan juga bertujuan untuk memberikan motivasi bagi pelaku industri kecil di Kabupaten Polewali Mandar untuk mampu melakukan inovasi terhadap produk dan sistem pemasaran produk industri kecil melalui pola kemitraan.  Disamping itu melalui kegiatan ini diharapkan perajin industri kecil mampu untuk melakukan transaksi penjualan produk-produk yang dihasilkan selama kegiatan Gelar Produk, dan sekaligus melakukan survey pasar terhadap jenis-jenis produk yang diharapkan oleh masyarakat sebagai konsumen.

Dalam kegiatan Gelar Produk Industri Kecil ini, beberapa agenda kegiatan pembinaan & pengembangan industri kecil Kab.Polewali Mandar turut dilaksanakan diantaranya : Penyerahan Hadiah dan penghargaan Pemenang Lomba Desain Batik Cap Khas Polewali Mandar yang diserahkan oleh Ibu Ketua Dekranasda Kab.Polewali Mandar ; Penandatangan Pernyataan Komitmen antara PT.Midi Nusantara dengan Pemkab Polewali Mandar tentang kesiapan memasarkan produk Industri Kecil, ; Penandatanganan Akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI dengan Pelaku Usaha Industri, dan Pengukuhan Pembentukan Himpunan Perajin Industri Kecil (HIMPI) Polewali Mandar.


Kegiatan Gelar Produk (GEPRO) Industri Kecil ini, disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui pernyataannya bahwa kegiatan ini hendaknya dapat dijadikan Agenda Rutin Tahunan sebagai ajang evaluasi, promosi dan pemasaran produk industri kecil khususnya di Polewali Mandar, diikuti oleh 40 Stand yang terdiri dari Kelompok Klaster Industri Sandang, Klaster Industri Pangan, Klaster Industri Kerajinan, SKPD, Perbankan, PNPM, dan Kuliner Khas Polewali Mandar dan mencetak total transaksi Rp. 200 Juta selama 3 (tiga) hari Pelaksanaan....(Bersambung)




Rabu, 20 Juni 2012

GELIAT SERUMPUN BAMBU dari POLEWALI MANDAR

Kegiatan Pengembangan Industri Kecil pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Polewali Mandar dilakukan dengan pola pendampingan langsung dengan sistem diagnosis terhadap permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan Industri Kecil.
Kegiatan pendampingan yang dilakukan di KUB-IK Pengolahan Bambu Serumpun Bambu Lembang-Lembang, Kecamatan Tinambung Kab.Polewali Mandar yang di punggawai oleh Suardi S dan Alimuddin telah berlangsung dari bulan Maret 2011.  Diagnosis dilakukan oleh TIM UPL-IKM Kabupaten Polewali Mandar dengan menggunakan metode Interview dengan pemilik Industri Kecil dan Karyawan serta observasi langsung di lini produksi.
Data dan informasi yang diperoleh, diolah kemudian dianalisa oleh Tim UPL berdasarkan referensi teori pengembangan industri kecil khususnya komoditi bambu yang digali dari berbagai sumber, serta didukung oleh 1 (satu) orang alumni Shindan-Shi yang telah dibekali melalui pelatihan Konsultan Diagnosis IKM (Shindan-Shi) kerjasama JICA dengan Departemen Perindustrian Angk. I tahun 2006. 
Pada saat awal memulai kegiatan pendampingan ini banyak permasalahan yang ditemukan oleh tim UPL - IKM yang dialami oleh KUB-IK Serumpun Bambu dalam mengembangkan usaha kerajinan bambu yang dikelola, permasalahan tersebut teridentifikasi sbb :
  1. Peralatan produksi yang dimiliki masih sangat sederhana dan jumlahnya terbatas, dan hanya didukung oleh kemauan dan etos kerja berbekal sedikit keterampilan pertukangan kayu yang dipelajari otodidak secara temurun. 
  2. Model dan bentuk produk yang dihasilkan belum variatif dan hanya mengandalkan nilai fungsional produk tanpa ada sentuhan artistik.
  3. Finishing produk tidak dilakukan dengan baik.
  4. Sistem pengawetan masih dilakukan secara tradisional dan membutuhkan waktu yang lama.
  5. Belum menerapkan manajemen usaha industri kecil.
   Setelah dilakukan serangkaian Pendampingan Langsung, perlahan-lahan KUB-IK Serumpun Bambu mulai menggeliat untuk menjawab dan memberikan solusi permasalahan yang kami identifikasi, pertama-tama melalui fasilitasi TIM UPL yang memperkenalkan berbagai jenis bentuk / model produk bambu yang artistik disertai dengan stimulus untuk mencoba membuat salah satu model yang telah dipesan oleh pelanggan yaitu pembuatan GAZEBO dan Kursi Bambu dengan model yang lebih artistik, menggunakan ikatan kombinasi rotan dan finishing yang lebih baik tidak seperti lazimnya produk yang mereka hasilkan sebelumnya.

          Guna mendukung kualitas produk yang dihasilkan, maka perlakuan awal terhadap bahan baku khususnya sistem pengawetan bambu perlu untuk dilakukan perbandingan antara metode tradisional dengan beberapa metode yang disosialisasikan oleh TIM-UPL IKM,, dan akhirnya disepakati sistem pengawetan dengan menggunakan anti rayap.   Selanjutnya KUB-IK diberikan pembelajaran bagaimana membuat dan merancang sistem perakitan suatu produk dengan terlabih dahulu dilakukan pendampingan mengambar teknik rangka gazebo dan kursi dengan tujuan untuk mendapatkan produk yang presisi dan komponen yang bisa dikerjakan secara terpisah.

            Dalam pengerjaan pesanan Gazebo dan Kursi Bambu terkendala pada keterbatasan sarana peralatan yang masih sederhana dan konvensional dalam pengerjaan proses produksi khususnya pelobangan, karena itu difasilitasi Gergaji Pelobang dengan diameter bervariasi, selain itu untuk menambah artistik produk yang dihasilkan dilakukan sistim ikatan dengan menggunakan tali ritan pada setiap sendi sambungan produk bambu yang dihasilkan dan proses pembelajaran ini tidak terlalu lama dan rumut karena diduukung oleh keterampilan pengikatan yang sudah mereka miliki dan kuasai sebelumnya..

        Seiring dengan perkembangan usaha Industri Kecil KUB Serumpun Bambu yang mempunyai rumah produksi finishing produk dengan menggunakan kompresor dikerjakan diJalan Poros Kecamatan,,,. Melalui hal seperti ini, dengan semakin banyaknya masyarakat yang lalu lalang diharapkan menjadi penasaran dan mampir sekedar melihat-lihat dan bahkan ada yang memesan serta bertransaksi,,, suatu hal yang sudah diprediksi oleh TIM UPL sebelumnya bahwa ini akan menjadi upaya promosi dan publikasi yang gratis untuk memasarkan aneka produk kerajinan bambu dari Lembang-lembang, Kec.Limboro yang telah diproduksi hingga saat ini diantaranya : Gazebo, Kursi Bambu 212, Kursi Bambu Sudut, Pot Bunga, Lampu Kamar, Tas Bambu, Tempat Polpen Meja, dll.


          Sebagai upaya fasilitasi dari pemerintah terhadap pengembangan Industri Kecil Kerajinan Bambu " SERUMPUN BAMBU", berbagai kegiatan dari pengembangan telah dilaksanakan diantaranya pembuatan kursi bambu knock down, pelatihan bambu ukir, dan baru-baru ini tanggal 6 s/d 8 Juni 2012 memeriahkan GELAR PRODUK INDUSTRI KECIL POLEWALI MANDAR KE-1 dan berhasil meraih transaksi termasuk pesanan (order) sebesar Rp. 10.000.000,-..dan saat ini sedang mendapatkan penawaran dari Pemerintah Propinsi Sulawesi Barat untuk mengikuti Pameran Produk IKM di Medan Sumatera Utara...


             Berbagai upaya telah dan terus dilakukan untuk pengembangan Industri Kecil bukan hanya sebatas industri kerajinan bambu,, melalui momen GEPRO KE-1  yang dilaksanakan oleh Dinas Perindag Kab.Polewali Mandar kerjasama KPRI Bhakti Perindag juga telah resmi terbentuk Himpunan Perajin Industri (HIMPI) Polewali Mandar yang diketuai oleh : H.,Yahya Pengusaha / Perajin Makanan Tradisional Kec.Campalagian dengan Sekretaris berada pada Bidang Perindustrian Dinas Perindag Kabupaten Polewali Mandar,,, sedangkan KUB-IK Kerajinan Bambu mengutus 2 (dua) orang perwakilan yaitu Suardi S sebagai Wakil Ketua Bidang Industri Kerajinan dan Alimuddin pada Divisi Pengembangan SDM.......!!! *(mjt)










 






Senin, 09 April 2012

Pengolahan Kripik Rumput Laut

          Pendampingan Langsung Pengolahan Rumput Laut dilaksanakan oleh TIM UPL-IKM Kabupaten Polewali Mandar bersama-sama dengan Mahasiswa TPL Bea Siswa Kementerian Perindustrian RI utusan Kabupaten Polewali Mandar dari Akademi Teknologi Industri Makassar selama sekitar 1 Bulan Lamanya,,, kegiatan pendampingan Langsung ini dimaksudkan untuk menumbuhkan wirausaha baru dan pengenalan aneka produk yang dapat dihasilkan dari komoditi Rumput Laut...
          Kegiatan ini diawali dengan diagnosis dalam hal identifikasi motivasi kewirausahaan dan potensi Komoditi Rumput laut.
     
        Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Binuang (Kel.Amassangan), pemilihan lokasi didasarkan pada besarnya potensi komoditi Rumput Laut dan lokasi pemasaran yang strategis terhadap berbagai produk olahan yang akan dihasilkan.,.,
        Kecamatan Binuang, selama ini telah dikenal sebagai daerah penghasil dan sentra penjualan buah-buahan yang banyak terdapat disepanjang jalan Poros Polewali - Pinrang yang menghubungkan Kota Mamuju (Sulbar) dengan Kota Pare-Pare dan Makassar (Sulsel).. potensi strategis ini merupakan peluang pasar yang cukup menjanjikan,, karena pada saat diluar musim buah-buahan lokasi yang sudah dikenal masyarakat ini praktis tidak ada aktivitas,, dan dengan mulai diperkenalkannya berbagai berbagai produk olahan Rumput Laut (Kripik dan Dodol) diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
        
            Kripik Rumput Laut yang dihasilkan oleh Ibu-ibu rumah tangga saat ini kami dampingi sebanyak 2 Kelompok yaitu KUB-IK Ijo Laut dan KUB-IK Pekkabata,,, yang berdasarkan hasil kesepakatan mereka Kripik Rumput Laut di Beri Brand / Label "Q-Laut"....

Kripik Rumput Laut tersebut,, saat ini dapat kita jumpai dan beli di tempat penjualan buah-buahan (Durian dan Langsat) Kanang, Kel.Amassangan Kec.Binuang dengan harga yang bersaing,,, dan saat ini kita tunggu inovasi dari 2 Kelompok (KUB-IK) ibu-ibu untuk terus menciptakan berbagai produk dari Rumput Laut, misalnya Dodol Rumput Laut,, Cendol,, Manisan,, dll... (MJT)